Lumajang | Sebuah Proyek peningkatan jalan poros Pasrujambe – Senduro, Kabupaten Lumajang Jawa Timur, kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat luas, hingga mencuat ke Media, rabu 04 aret 2026
Proyek nfrastruktur rabat beton pada bahu jalan yang baru saja rampung hitungan bulan tersebut ditemukan sudah mengalami kerusakan dan retak-retak di sejumlah titik menjadi sorotan tajam
Berdasarkan data di lapangan, proyek ini menelan anggaran sebesar Rp188.167.397,00 dengan masa pengerjaan 77 hari kalender. Berikut adalah pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya : Pelaksana: CV. Lima Jaya
Konsultan Pengawas: CV. Aksata Konsulindo
Instansi Terkait: Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lumajang
Terkait hingga berita ini diturunkan untuk kedua kalinya, baik pihak DPUTR Kabupaten Lumajang maupun CV. Lima Jaya belum memberikan tanggapan resmi terkait kerusakan dini pada proyek tersebut.
Bungkamnya pihak-pihak berwenang memicu spekulasi di tengah masyarakat mengenai adanya dugaan pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau kurangnya pengawasan di lapangan.
Tuntutan Transparansi:
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas infrastruktur di Kabupaten Lumajang secara keseluruhan. Jika proyek yang baru selesai dikerjakan sudah hancur dalam hitungan bulan, publik mempertanyakan fungsi pengawasan dari Konsultan Pengawas dan tanggung jawab DPUTR sebagai pemberi kerja.
Masyarakat berharap adanya audit transparan terhadap proyek ini agar kerugian negara dapat diminimalisir dan kualitas jalan poros di Lumajang, baik di pusat kota maupun pinggiran, dapat terjaga sesuai standar yang ditetapkan.
“Supriyanto (ilyas) Ketua Umum LSM Generasi Muda Indonesia cerdas Anti Korupsi (Gmicak) : Proyek jalan retak atau cepat rusak akibat korupsi umumnya disebabkan oleh pengurangan volume/kualitas material (aspal tipis/kurang batu), pemadatan tanah tidak standar, dan pengawasan lemah. Anggaran yang disunat mengakibatkan kontraktor menurunkan mutu agar tetap untung, seringkali diperparah oleh korupsi dalam tender dan suap pejabat.
Penyebab mendetail kenapa korupsi menyebabkan jalan retak : Pengurangan Spesifikasi Material (Mark Down): Kontraktor mengurangi kualitas dan kuantitas bahan baku, seperti menipiskan lapisan aspal, mengurangi campuran semen pada beton, atau menggunakan material bermutu rendah (misalnya pengenceran aspal dengan minyak tanah).
Pemadatan Tanah Tidak Sesuai Standar: Dasar jalan (tanah/sirtu) tidak dipadatkan dengan benar karena mengejar waktu atau menghemat biaya, mengakibatkan jalan ambles dan retak..
. (Tim)





