Penyusun : Supriyanto (ilyas) Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi (GMICAK)
Ruh dan jasad sehat tercapai melalui keseimbangan nutrisi bagi keduanya: jasad membutuhkan makanan fisik (nutrisi, olahraga), sementara ruh membutuhkan asupan spiritual (dzikir, Quran, ibadah) agar tenang.
Keduanya harus seimbang; ruh yang sehat menguatkan jasad, sedangkan kekurangan nutrisi ruhani menyebabkan kehampaan batin meskipun jasad sehat.
Poin penting menjaga keseimbangan ruh dan jasad : Pangan Ruhani (Langit) : Ruh memerlukan nutrisi dari langit seperti Al-Qur’an, dzikir, dan ibadah untuk mencegah kekosongan hati.
Pangan Jasmani (Bumi): Jasad memerlukan makanan dan minuman sehat untuk menjaga fisik kuat dan mampu beraktivitas.
Keseimbangan : Jangan memprioritaskan makanan jasad saja; ruh yang lapar membuat hidup hampa dan rapuh.
Ketenangan : Mengaji dan berdzikir adalah salah satu cara memberi makan ruh untuk mendapatkan ketenangan batin.
Manusia hidup sehat sepenuhnya ketika kebutuhan jasad dan ruh sama-sama terpenuhi secara adil.
Untuk memastikan keduanya tetap sehat, apa fokus utama Anda saat ini:Mencari aktivitas penenang hati (ruh)? Perbaikan pola makan/fisik (jasad)? Mengelola stres/keseimbangan keduanya?
Sumber : Alquran
QS. Al-Baqarah Ayat 168 menjelaskan tentang perintah makan makanan yang halal dan baik (thayyib), yang bisa dimaknai untuk kesehatan jasad (fisik) dan ketenangan ruh (hati).





