Bangka Barat | Mentok – musim kemarau mulai dirasakan warga diwilayah pait jaya jalan keramat RT 01,Dusun 6,Desa Belo Laut, kecamatan mentok, kabupaten Bangka Barat, kondisi tersebut menyebabkan sejumlah sumur milik warga mengalami kkeringan dan debit debit semkin berkurang.
Warga setempat mengaku kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sumur yang selama ini menjadi sumur air untuk mandi, mencuci, memasak, dan keperluan rumah tangga lainnya mulai tidak lagi mencukupi akibat minimnya curah hujan.
Kondisi kekeringan ini semakin dirasakan oleh masyarakat setelah musim kemarau berlangsung. air disejumlah sumur warga menyusut bahkan sebagai mulai mengering.
Salah seorang warga pait jaya mengatakan bahwa kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Air sumur mulai kering, kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, kami khwatir akan semakin kesulitan mendapatkan air bersih” ujar warga.
Warga berharap pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten Bangka Barat dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut, terutama air bersih apabila kekeringan semkin parah.
Masyarakat juga berharap adanya langkah antisipasi dari pemerintah untuk menghadapi musim kemarau,sehingga kebutuhan air bersih warga tetap dapat terpenuhi.
Selain mengharapkan air bersih, warga berharap pemerintah dapat mencari solusi jangka panjang, seperti penyediaan sumber air alternatif atau sarana penampungan air yang dapat digunakan masyarakat ketika memasuki musim kemarau.
Kondisi kekeringan tersebut menjadi perhatian karena air merupakan kebutuhan dasar masyarakat.warga berharap penanganan dapat dilakukan secepatnya agar aktivitas sehari-hari terganggu.
hingga berita ini ditulis, wartawan jejak kasus info masih mengandalkan sumber air yang tersisa sambil berharap adanya bantuan dan perhatian dari pihak terkait.
musim kemarau mulai warga, persediaan air bersih dari sumur warga di kawasan mejedot semakin menipis air yang biasanya menjadi tampuan kebutuhan sehari-hari kini keluar dalam jumlah yang sangat terbatas.
Kondisi tersebut membuat warga harus lebih berhati-hati menggunakan air, saat dilakukan penyedotan, air yang tersedia hanya mampu mengisi sekitar satu bak kecil air setelah itu, warga harus menunggu kembali hingga air sumur terkumpul sebelum dapat melakukan penyedotan berkali-kali.
bagi warga, air bukan sekedar kebutuhan, tetapi menjadi bagian penting dalam menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Kemarau yang berkepanjangan membuat sumber air semkin sulit didapat, sumur yang selama ini menjadi andalan perlahan kehilangan debit airnya sekali mesin pompa dinyatakan, air yang keluar tidak lagi deras seperti sebelumnya.
“Sakali sedot, airnya tidak banyak paling hanya cukup untuk satu bak kecil air setelah itu harus menunggu lagi ujar salah seorang warga pait jaya.
Kondisi ini tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat apabila musim kemarau terus berlangsung. warga berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih, terutama bagi masyarakat yang sumber arinya mulai mengering.
Ditengah panasnya kemarau, wrga hanya bisa berharap hujan segera turun sebab bagi mereka, setiap tetes air yang keluar dari sumur kini terasa begitu berharap.
air yang dulu mengalir tanpa banyak dipikirkan, kini harus ditunggu dan dihemat, kemarau seakan air pun memiliki arti besar.
(musarofa melaporkan dari kampung pait jaya)





