Pangkalpinang | Kendati kerap ditertibkan dan diimbau oleh aparat penegak hukum, aktivitas penambangan timah ilegal di aliran Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampui, Kota Pangkalpinang, terus berulang. 17.08.2026
Di balik aktivitas itu diduga kuat oleh aktor oknum Intel Korem yang bernama Ard Beserta Tiga teman lainya,hal itu awak media mendapatkan informasi dari salah satu masyarakat yang mana aktivitas tersebut tidak bisa di tertibkan hingga saat ini.
Dari informasi awak media dapatkan oknum Ardianto tersebut berperan sebagai koordinasi tambang beserta kolektor/pembeli timah,salah satu pemilik ponton bernama Amad/babe itu,menurut narasumber mempunyai tiga Front,dua berjenis gear Box dan satunya Upin Ipin,
Harga timah yang di beli oleh Ardianto satu kilonya 170 ribu dan hasil satu front bisa mencapai 40-50 kg perhari,yang lebih mengejutkan lagi menurut info teman yang bekerja satu Minggu itu untuk satu front koordinasinya itu 5 juta rupiah,ujarnya
Kami sebagai Masyarakat menagih janji kepada walikota di pasca pencalonan,
Dulu sebelum pak udin dan bu desi belum di,amanahkan beban jabatan sebagai selaku walikota dan wakil walikota, kalian sewaktu membenah dan berharap dapat suara dari kami rakyat jelata ini selalu berasumsi bisa itu bisa ini lah,kami cuma minta kondusifkan aktivitas bertambang di zona dekat rumah penduduk . Boleh mereka kerja cuma tolong ada jam nya jangan tidak ada batas semenah – menah mentang”udah ada baking jadi garda depan para”mafia bos Timah yang punya ponton pun semakin tumbuh tanduk.
Katanya zona tambang steril area tapi setiap keluhan masyarakat jelata mengadu dan melaporkan,walaupun di tindak lanjuti itu hanya cuma sesaat.
Angin doank kapan di praktek cuma sekilas dokumentasi aja. Berarti dugaan pelapor sudah dapat bantuan sedekah dan infak donk dari jurangan timah nya.tutup nya
Ardianto oknum TNI yang diduga sebagai koordinasi serta pembeli timah tersebut belum bisa memberikan jawaban,walopun sudah membaca pesan awak media.
Team





