Gotong Royong Dimakam TUADA ” HO ” Akan Dihadiri Para Tokoh Serta Keturunannya Sekaligus Deklarasi Cagar Budaya Dan Destinasi Wisata

radarbangsatv.com | Kabupaten Nias- Sumut
25-9/2026. Didapatkan Tim wartawan dari Panitia antara lain :

Para Tokoh Turunan Zuada HO yg telah menyatakan hadir diacara Deklarasi CAGAR BUDAYA HO di Lahemo pada hari Sabtu tanggal 26 September 2026 adalah :

1. Bupati Nias
2. Bupati Nias Barat
3. Walikota Gunungsitoli
4. Bupati Nias Utara
5. Ketua DPRD NIAS
6. Berkat Laoly Anggota DPRD Prov. Sumut
7. Sudirman Halawa mantan Anggota DPRD Prov. SUMUT
8. A.A GULO MANTAN BUPATI NIAS BARAT
9. KHENOKI WARUWU MANTAN BUPATI NIAS BARAT
10. ZEMI GULO AMA NITO MANTAN SEKRETARIS DAERAH NIAS BARAT
11. AMA WIRA HALAWA MANTAN ANGGOTA DPRD NIAS
12. AMA RAIS NDAHA MANTAN SEKRETARIS DAERAH KAB. NIAS
13. khamozaro Halawa Watua DPRD Nias Barat
14. Paulus Halawa Anggota DPRD NIAS
15. Ama Nelson Waruwu Anggota DPRD NIAS
16. Ama David Waruwu Manta anggota DPRD NIAS
17. AMA DEAL GULO mantan anggota DPRD NIAS
18. Ama Mega Waruwu Mantan Anggota DPRD NIAS

Dan sejumlah tokoh² penting lainnya , sesepuh dari KETURUNAN HO. Semoga momen ini membawa sukacita bagi kita semua.
Selain itu,
Dimakan Leluhur Tuada Ho , dihimpun wartawan dilokasi,

” Keturunan Tuada HO adalah : Waruwu, Gulo, Halawa, Ndraha : Gotong Royong Lestarikan Cagar Budaya Bersejarah Kepulauan Nias”.

Cagar Budaya HO Destinasi wisata bersejarah Kepulauan Nias akan menggelar aksi gotong royong pemugaran makam leluhur dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 26 September 2026 bertempat di Desa Lahemo, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Panitia mengundang Walikota dan Bupati sekepulauan Nias.

Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh keluarga besar keturunan Tuada Ho sebagai wujud bakti dan penghormatan kepada leluhur.

“Tuada Ho merupakan tokoh leluhur marga Ho di Nias yang diyakini bermigrasi dan menetap di lembah Gidö sekitar tahun 600 Masehi.

Dari keturunannya lahir marga-marga besar di Kepulauan Nias”ujar Ketua Panitia Pelaksana Firman Gulo.
Pemugaran ini sangat penting dilakukan mengingat kondisi situs makam megalitikum yang merupakan peninggalan sejarah tersebut perlu di desain lebih menarik dan tertata.

Pemugaran meliputi pembersihan area makam, penataan kembali batu-batu megalit, perbaikan akses jalan setapak menuju makam, serta peletakkan batu pertama tugu Tuada HO dan berbagai kegiatan lainnya termasuk diskusi pembentukan pengurus Pemugaran Makam leluhur keturunan HO.

Tokoh keturunan Tuada HO sekaligus perintis kegiatan Orudugo Halawa menyampaikan melalui situs Makam Tuada HO yang berada di Desa Lahemo dapat lebih diperhatikan sebagai cagar budaya dan potensi wisata sejarah Kabupaten Nias sekaligus menjalin rasa persatuan dan kesatuan sesama keturunan Tuada Ho.

Orudugo alias A.Wira Halawa menyebutkan makan tuada HO bukan sekedar kuburan biasa, hal ni merupakan situs sejarah dan identitas kita sebagai Ono Niha.

“Kita ajak masyarakat Kepulauan Nias untuk bersama-sama menyaksikan kegiatan gotong royong ini sebagai wadah pemersatu sekaligus pelestarian cagar budaya bersejarah Kepulauan Nias”.

Manajemen Serta Fungsi Dan Tujuan Cagar Budaya Sbb :

FORUM KONSERVASI CAGAR BUDAYA NGA’OTO HO*
_( Management Center Development )_

TUJUAN*

Mengembangkan Cagar Budaya Ho menjadi kawasan wisata sejarah, adat, budaya, edukasi, dan ekonomi masyarakat yang tertata, nyaman, menarik, serta dikelola secara berkelanjutan dengan tetap menjaga keaslian dan nilai sejarahnya.

A. MANFAAT JANGKA PENDEK

Meningkatkan kebersihan dan kenyamanan kawasan, membuka aktivitas UMKM, menciptakan kunjungan wisata, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga Cagar Budaya Ho.

B. MANFAAT JANGKA MENENGAH

Meningkatkan jumlah pengunjung, memperluas pemasaran produk lokal, menciptakan lapangan pekerjaan, mengembangkan kegiatan budaya, dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata.

C. MANFAAT JANGKA PANJANG

Menjadikan Cagar Budaya Ho sebagai salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya yang berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta menjadi warisan yang dapat dinikmati dan dipelajari oleh generasi berikutnya.

D. MANFAAT KEPADA MASYARAKAT KECIL

Membuka peluang usaha bagi pedagang, UMKM, petani, pengrajin, pelaku kuliner, jasa transportasi, pemandu wisata, dan usaha kecil lainnya.

E. MANFAAT UNTUK GENERASI MUDA

Menjadi ruang bagi pemuda untuk belajar sejarah dan budaya, mengembangkan kreativitas, menjadi pemandu wisata, membuat konten digital, mengelola kegiatan, serta membangun usaha.

F. MANFAAT EKONOMI

Meningkatkan perputaran ekonomi lokal melalui kunjungan wisata, UMKM, kuliner, jasa, suvenir, transportasi, penginapan, dan berbagai usaha pendukung lainnya.

G. MANFAAT ADAT DAN BUDAYA

Melestarikan sejarah, adat, tradisi, cerita leluhur, kesenian, serta identitas budaya Nias agar tetap dikenal dan dihargai.

H. MANFAAT UNTUK SUKU NIAS

Memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Nias terhadap sejarah serta warisan budaya, sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat Indonesia dan wisatawan.

I. MANFAAT UNTUK DAERAH KEPULAUAN NIAS

Mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat citra Kepulauan Nias sebagai daerah wisata sejarah dan budaya, serta membuka peluang kerja sama dan investasi.

J. MANFAAT UNTUK BISNIS

Membuka peluang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kuliner, suvenir, jasa wisata, transportasi, penginapan, ekonomi kreatif, pemasaran digital, dan berbagai usaha pendukung pariwisata.

Cagar Budaya Ho bukan hanya tempat untuk melihat peninggalan sejarah, tetapi dapat menjadi pusat pelestarian budaya, pendidikan, wisata, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi lokal dengan tetap mengutamakan perlindungan nilai cagar budaya. (Suar NW).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *