Cirebon | Pengelolaan Tanah Kas Desa (TKD) di Seluriuh Desa wilayah Kecamatan Weru ( 9 Desa ) Kabupaten Cirebon mulai terendus dan mencuat Kepublik. Rabu, 19 Agustus 2026
Data Pemerintah Kabupaten Cirebon tahun 2019 mencatat khususnya ada sekitar 383,18 hektare TKD milik seluruh desa khisusnya desa di Kecamatan Weru yang letaknya tersebar di dalam atau luar wilayah kecamatan.
Namun Ironisnya, penelusuran Tim Investigasi lapangan menemukan sejumlah bidang tanah aset desa yang posisinya diduga kuat *”Ghoib”* alias belum tercatat resmi di dalam administrasi aset maupun PADes.
Dari informasi yang dihimpun lengkap dari data tahun 2011, dan dengan data tahun 2019 terdapat perbedaan yang selisihnya jauhnya”.
Pada tahun 2019 mencatat Sekitar 383,18 hektare tanah aset desa di seluruh desa, kecamatan weru.
Sedangkan di tahun 2011 tercatat sebanyak 2.115,107 Hektar di seluruh desa kecamata weru ( 9 Desa ) dengan rincian jenis bengkok 1.432,701Ha, Tanah Kas Desa (TKD) 275,993 Ha dan Titisara 406,413 Ha.
Dari seluruh desa di wilayah kecamatan weru, yang terdapat 9 desa kejanggalan selisih yang sangat jelas serta mencolok baru-baru ini di buka oleh salah satu tokoh masyarakat weru lor yang identitasnya meminta dirahasiakan.
Sebut saja “TM” toko masyarakat weru lor saat disambangi ( Rabu 19 Augustus 2026 ) mengatakan bahwa dirinya mengetahui persis seluruh aset tanah desa weru lor yang jumlahnya cukup fantastis, sangat besar sekali.
“Untuk tanah aset desa weru lor lebih 100 hektar, itu yang saya ketahui termasuk titisara dan bengkok, adapun yang lain nanti akan saya lihat dulu diberkasnya”, katanya.
*TM juga bersedia apabila dikemudian hari dirinya dimintain keterangan dari pihak berwajib ( Kepolisian atau Kejaksaan )”.*
“Saya akan buka semuanya berkasnya, asalkan ada panggilan resmi dari pihak berwajib, seperti kejaksaan dan kepolisian.
Nanti akan saya buka semua.
kalau dinaikan atau mediakan itu baru sebagian saja”, tuturnya.
Selain itu, TM meyakini bahwa Kekayaan Pemdes Weru Lor adalah Pemdes terkaya sejawa barat.
“Perlu di ketahui, menurut saya bahwa Pemdes Weru lor adalah pemdes terkaya sejawa barat, kalau tidak percaya silahkan cek kekayaan aset desanya.
seperti hasil sewa tanah atau sawah dan pendapatan yang lainya”, terang TM dengan tegas.
Saat dikonfirmasi masih dihari Dan tanggal yang Sana (19/08/2026) melalui via telphon whatsapp, Ibnu Mantan Kuwu Pemerintah desa Weru Lor menjelaskan bahwa dirinya sudah tidak mau lagi berurusan dengan hal-hal tersebut.
“Saya sudah berapa puluh tahun tidak berkecimpung di desa, di era saya sudah di periksa semua dari mulai inspektorat hingga BPK (badan pemeriksaan keuangan), jadi silahkan datang dan konfirmasi ke desa saja biar jelas. Karena saya tidak mau nanti ada anggapan lain ke saya, khawatir dianggap ada unsur politik”, jelasnya dengan singkat.
Tidak hanya itu, Ibnu juga meyakini bahwa diantara sembilan desa yang ada di Kecamatan Weru hanya dirinya yang masih menyimpan SPJ dan LPJ.
“Saya masih menyimpan SPJ dan LPJnya, coba saja tanyakan di delapan desa lainnya apakah masih menyimpan. Dan saya pun pernah dimintain data, tapi tidak saya kasih karena bukan pihak berwajib seperti kepolisian”, pungkas ibnu sang mantan kuwu.
Jhon. Ps





