Indonesia: Darurat Generasi Tik Tok!

Penulis | Nabila Maisaroh UMM

Radarbangsatv.com | Dengan perkembangan zaman yang kian hari kian pesat. Banyak aplikasi-aplikasi media sosial yang di ciptakan. Media sosial merupakan salah satu alat komunikasi yang harus tetap terhubung ke jaringan internet, agar dapat menyampaikan informasi kepada orang lain. Selain sebagai alat komunikasi, media sosial juga dapat memberikan hiburan bagi penggunanya. Di masa pandemi seperti saat ini, banyak sekali aplikasi aplikasi media sosial yang menawarkan hiburan, salah satunya aplikasi tik tok. Aplikasi yang di buat oleh perusahaan Cina ByeteDance, sukses menyita seluruh perhatian khalayak dunia, terutama di Indonesia.
Di Indonesia pengguna tik tok saat ini bukan hanya dari kalangan orang dewasa, bahkan remaja dan anak-anak pun menggunakan aplikasi ini. Aplikasi tik tok adalah apikasi membuat video durasi pendek dengan musik, hampir sama dengan aplikasi musical.ly, namun rating aplikasi tik tok ini tentunya sudah nyaris sempurna yakni 4,6 mengalahkan rating aplikasi musical.ly. Jadi tidak heran jika di indonesia, hampir seluruh hanphone remaja memiliki aplikasi ini.
Belajar dari hal yang sudah sudah, setiap ada hal yang booming tentu ada hal positif dan negatifnya, sama dengan aplikasi tik tok ini. Aplikasi tik tok memiliki beberapa dampak postif dan beberapa dampak negatif, adapun dampak positif aplikasi ini adalah:
1. Sebagai salah satu aplikasi yang dapat mendorong inovasi dan kreativitas seseorang dalam membuat suatu karya.
2. Aplikasi tik tok ini juga berbasis video dan musik yang dapat melatih diri remaja/anak-anak untuk mengasah skill editing video, untuk konten-konten yang lebih bermanfaat.
Namun, dari sisi positif hal diatas terdapat juga sisi negatof dari aplikasi ini, yakni:
1. secara tidak langsung, tik tok menjadi penyebab generasi remaja untuk suka bergoyang ria, ada yang biasa saja dan adapula yang luar biasa, luar biasa keterlaluannya. Bahkan ada beberapa remaja dan anak-anak bergoyang ria yang sudah masuk dalam ketegori tidak wajar.
2. membuat video yang tidak sewajarnya, bahkan lebih mirisnya video tersebut dibuat oleh anak-anak yang bisa terbilang dibawah umur.
3. terdapat banyak video tidak pantas menjadi contoh yang tidak baik bagi perilaku anak jaman sekarang.
Dari hal diatas tentunya kita sudah paham betul bagaimana cara memilih dan memilah hal yang baik/buruk bagi kita. Karena, setiap aksi pasti ada reaksi yang akan di timbulkan untuk apa yang telah kita perbuat. Kembali lagi pada diri kita bagaimana menggunakan teknologi dengan baik dan bijaksana.
BLA@red.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *