Merupakan wujud syukur, pelestarian, dan tanggung jawab manusia atas anugerah Tuhan
Langit bumi beserta isinya, dan Menghormati leluhur nabi adam ibu hawa beserta keturunannya hingga ke nenek moyang kita
Ungkapan Anda mencerminkan perpaduan luhur antara tauhid (mengingat Allah), ekologi (kesadaran alam semesta), dan penghormatan leluhur (tawasul/ Penghormatan sejarah manusia).
Mengingat Allah melalui Alam Semesta (Tauhid dan Tafakkur) Sedekah bumi atau menghormati alam semesta pada hakikatnya adalah bentuk syukur kepada Sang Pencipta, Allah SWT, yang menciptakan langit, bumi, dan seisinya.
Tafakkur Alam: Memandang alam bukan sebagai objek untuk dieksploitasi, melainkan ayat-ayat Allah yang harus dijaga.
Sedekah sebagai bentuk bukti Iman : Sedekah tidak hanya berupa harta, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan lingkungan, yang bernilai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Menghormati Leluhur (Nabi Adam AS dan Ibu Hawa) Nabi Adam AS dan Ibu Hawa adalah Abul Basyar (bapak manusia) dan ibu seluruh manusia yang dihormati dalam Islam.
Pelajaran dari Kisah Nabi Adam:
Mengambil hikmah dari perjalanan Nabi Adam dari surga ke bumi, mengajarkan untuk selalu memohon ampun, bertobat, dan berhati-hati dari godaan.
Penghormatan Sejarah: Menghormati Nabi Adam sebagai sosok yang diberi ilmu pengetahuan oleh Allah, dan meneladani ketaatannya dalam mengelola bumi.
Penghormatan kepada Keturunan hingga Nenek MoyangMenghormati nenek moyang dan keturunannya adalah bagian dari menjaga silaturahmi (hubungan) dan adab.
Tradisi Tahlil/Doa: Dalam tradisi, mendoakan nenek moyang adalah wujud penghormatan, mengakui jasa-jasa mereka, dan menyambung kebaikan.
Kesadaran Silsilah : Mengingat nenek moyang mendidik manusia untuk tidak sombong, karena semua berasal dari tanah dan kembali ke tanah.
Makna Sedekah Alam (Sinergi Nilai) Sedekah bumi yang disesuaikan dengan ajaran Islam adalah bentuk syukur atas rezeki yang melimpah dan upaya mempererat silaturahmi.
Inti Tradisi : Bukan sekadar sesaji, tetapi berbagi dengan sesama (fakir miskin) dan merawat lingkungan, yang kemudian didoakan agar Allah melimpahkan berkah.
Tujuan: Memohon keselamatan, kedamaian, dan kemakmuran, serta menjaga hubungan baik antara manusia dengan Allah, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam.
Kesimpulan : Tindakan Anda adalah perwujudan syukur yang komprehensif: Mengingat Allah (sebagai Pemberi), Menghormati Leluhur (sebagai perantara keturunan), dan Merawat Alam (sebagai amanah tempat tinggal).
Menghadiahkan Al-fatihah kepada leluhur Nabi adam dan ibu hawa beserta keturunannya sampai nenek moyang kita karena kebaikan kebaikannya
Menghormati leluhur, dimulai dari Nabi Adam A.S. dan Ibu Hawa, hingga nenek moyang kita, adalah bagian dari adab dan iman dalam Islam. Penghormatan ini bukan berarti menyembah, melainkan mengakui sejarah, meneladani kebaikan, dan mendoakan mereka.
Tawassul dengan menghadiahkan Surat Al-Fatihah kepada Nabi Adam AS, Ibu Hawa, serta seluruh leluhur/ nenek moyang adalah bentuk penghormatan dan pengakuan atas kebaikan, jasa, serta peran mereka sebagai perantara keberadaan kita di dunia.
Berikut adalah tata cara dan teks tawasul yang umum digunakan
Tata Cara Tawasul/Hadiah Al-Fatihah Awali dengan Istighfar dan Shalawat : Dianjurkan membaca istighfar 3x dan shalawat nabi untuk keberkahan.
Tawasul Utama : Didahului dengan mengirimkan Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW.
Tawasul Leluhur : Membaca Ila Hadrotin… (teks terlampir).
Membaca Al-Fatihah : Membaca Surat Al-Fatihah 1 kali.Teks
Bacaan Tawasul Leluhur “Ila Hadrotin Nabiyyil Musthofa, Sayyidina wa Maulana Muhammadin Shollallahu ‘Alaihi Wasallam, Wa ‘Ala Alihi wa Shohbihi, Al-Fatihah. “(Membaca Surat Al-Fatihah)
“Tsumma ila hadroti Nabiyyillah Adam As wa iyyahawa, wa ila jami’i al-anbiya-i wal mursalin, wa ila arwahi abaina wa ummahatina wa ajdadina wa jaddatina, khususon (sebutkan nama orang tua/Kakek/ Nenek jika ada), wa ila jami’i auladi Adam AS, min masyariqil ardhi ila maghribiha, syai-un lillahi lahumul Al-Fatihah…
“Adab dan Makna Penyambung Ruhani : Tradisi ini bertujuan menyambung hubungan ruhani (ittishal ruhani) dengan leluhur, mengakui jasa mereka, dan memohonkan ampunan.
Wasilah: Niatnya adalah memohon kepada Allah SWT agar kebaikan-kebaikan leluhur menjadi perantara diijabahnya doa kita, bukan menyembah leluhur.
Bentuk Kebaikan : Mengirim hadiah fatihah kepada orang yang sudah meninggal adalah dianjurkan sebagai salah satu bentuk birrul walidain (berbakti).
“Tawassul (Hadiah Fatihah) kepada Ruh dan Jasad kita sendiri ”
“Khususon ilaa ruuhi fil jasadi (Sebut Nama/ Diri Sendiri) Al-Fatihah”.Tujuan: Memberi “makan” atau energi spiritual pada ruh dan jasmani yang masih hidup.
Tawassul menghadiahkan Al-Fatihah kepada Sedulur Papat Limo Pancer naliko lahir sedino bareng dengan jasad kita
Khususon ila ruhi sedulur papat limo pancer, kakang kawah, adi ari-ari, getih, puser, syai-un lillahi lahumul fatihah,”
Tawassul / hadiah Al – Fatihah ini mencakup :
Kakang Kawah (Saudara Tua/Air Ketuban)
Adi Ari-ari (Saudara Muda/Ari-ari)
Getih (Darah)
Puser (Pusar)
Pancer (Diri Sendiri/Pusat Kesadaran)
Tujuan dan Manfaat Mengaktifkan Energi : Membangun kesadaran batin untuk mengenali potensi diri.Pengendalian Diri: Menyeimbangkan hawa nafsu agar sejalan dengan kehendak Allah SWT.Perlindungan dan Bimbingan : Memohon agar diri selalu dibimbing dalam kebaikan.
Dengan Mengingat Allah SWT, Allah berjanji dalam surat Al-Baqarah ayat 152, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu”. Balasannya adalah Allah akan memberikan tambahan karunia dan keberkahan.
Semoga Ruh kita senantiasa tenang, dijaga iman dan taqwanya.
Dan Jasad kita diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesembuhan dari segala penyakit.
Bagi yang sedang sakit, semoga segera diangkat penyakitnya, diberikan kesabaran, dan dipertemukan dengan obat serta perantara kesembuhan yang tepat. Amin.
Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa adzabannaari.”Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.”
Demikian uraian Sedekah Alam Semesta, semoga bermanfaat
Pendiri | Sedekah Alam Semesta : Supriyanto (Ilyas) Ketua Umum Yayasan LBH Generasi Muda Indonesia Cerdas Demokrasi (Gemindo)
Alamat Induk Yayasan LBH Gemindo : Dusun Gajah RT 01 RW 01, Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.
Yayasan LBH Generasi Muda Indonesia Cerdas Demokrasi (Gemindo) Nomor AHU : 00111013.AH.01.04 Tahun 2020
Telp : 082243319999





