Ketua Umum LSM Gmicak : Sekdes Bareng Krajan Krian berteman dengan Warga, Itu sangat pantas, tidak ada hubungannya dengan Pencalonan Pilkades

Sidoarjo | Menanggapi Berita TribunPos.co dengan judul : Sekdes Bareng Krajan Lagi bergaul dengan Calon Kepala Desa Apakah Pantas??? Yang di unggah pada hari jumat tanggal 8 Mei 2026 penulis Gun.

Supriyanto (ilyas) Ketua Umum Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi (Gmicak) : Menjawab : Sangat Pantas, dan Sah sah saja sebagai Sekdes meskipun PJ, Pasalnya sebagai sekretaris desa (Sekdes) yang berteman baik dan berkunjung ke rumah warga merupakan hal positif untuk mempererat silaturahmi.

Menyikapi isi pemberitaan di Media TribunPos.co sepertinya mengarah ke perbuatan yang menyudutkan Sekdes Bareng Krajan dan Calon Kepala Desa dengan nomor urut 3 saudara bapak Asmoro.

Ketua Umum Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi (Gmicak) saat konfirmasi kepada keluarga Calon Kepala Desa Nomor urut 3 Bapak Asmoro, Mas Hadi menjelaskan : Bahwa keberadaan Sekdes di rumah calon Kepala Desa, Pas lewat dan mampir sesuai dengan pas foto Sekdes di depan pintu.

Kemudian masalah uang tumpukan, sekitar hampir 1 Milyar, itu uang bukan untuk Calon Pilkades mas, itu uang pribadi untuk beli Sawah, ujar mas Hadi. Jumat 08 Mei 2026.

Lanjut Ketua Umum Lembaga Suwadaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Indonesia Cerdas Anti Korupsi (Gmicak) : Saya hanya berpesan, jika menulis harap konfirmasi kepada saudara bapak Asmoro, karena sudah menyebutkan nama seseorang tanpa ijin, Kedua jangan sesekali menulis yang mengara ke ujaran kebencian. Terima Kasih.

Berita yang ditulis Media TribunPos.co sebagai berikut :

Situasi menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, kembali memanas. Kali ini, Sekretaris Desa (Sekdes) Barengkrajan yang juga disebut menjabat sebagai Plt diduga ikut terlibat dalam aktivitas yang mengarah pada dukungan terhadap calon kepala desa incumbent nomor urut 3, Asmono.

Dugaan tersebut mencuat setelah beredarnya sebuah rekaman video di tengah masyarakat. Dalam rekaman itu, tampak beberapa orang berada di dalam sebuah ruangan sambil memperlihatkan tumpukan uang yang diduga akan dibagikan kepada warga guna memenangkan calon incumbent tersebut.

Warga yang menerima rekaman itu menilai keberadaan seorang perangkat desa aktif di lokasi menjadi perhatian serius, sebab aparatur pemerintahan desa seharusnya menjaga netralitas dalam proses demokrasi desa.

“Kalau benar ada keterlibatan perangkat desa dalam upaya pengarahan pilihan masyarakat, tentu ini mencederai proses demokrasi yang jujur dan adil,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dalam video yang beredar, disebut-sebut uang tersebut dipersiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat yang bersedia memilih calon kepala desa nomor urut 3. Dugaan praktik politik uang ini pun menuai reaksi dari berbagai kalangan masyarakat.

Masyarakat berharap pihak terkait seperti Panitia Pilkades, Kecamatan Krian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), hingga Inspektorat Kabupaten Sidoarjo segera turun tangan melakukan klarifikasi dan penelusuran terhadap rekaman yang beredar tersebut.

Selain itu, warga meminta seluruh pihak menjaga kondusivitas pelaksanaan pesta demokrasi desa agar berlangsung jujur, adil, dan bebas dari praktik-praktik yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilihan kepala desa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Sekdes Barengkrajan maupun dari calon kepala desa nomor urut 3 terkait dugaan yang beredar di masyarakat tersebut.( Gun)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *