Penulis : Selly Rahma Mahasiswa UMM
Radarbangsatv.com | Masalah kejiwaan yang dihadapi seseorang sering mendapat reaksi negatif dari orang-orang yang berada di sekelilingnya. Hal ini disebabkan keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai gangguan jiwa. Tradisi dan budaya yang menghubungkan kasus gangguan jiwa dengan kepercayaan masyarakat setempat, menyebabkan sebagian masyarakat tidak terbuka dengan penjelasan-penjelasan yang lebih ilmiah dan memilih untuk mengenyampingkan perawatan medis dan psikiatris terhadap gangguan jiwa. Pandangan Islam tentang gangguan jiwa tidak jauh berbeda dengan pandangan para ahli kesehatan mental pada umumnya. Tulisan ini akan membahas bagaimana kesehatan mental dalam Perspektif Agama Islam.
Istilah “kesehatan mental” diambil dari konsep mental hygiene. Kata mental diambil dari bahasa Yunani, pengertiannya sama dengan psyche dalam bahasa Latin yang artinya psikis, jiwa atau kejiwaan. Jadi istilah mental hygiene dimaknakan sebagai kesehatan mental atau jiwa yang dinamis bukan statis karena menunjukkan adanya usaha peningkatan.
Prof. Dr. Zakiah Daradjat (1985)3, mendefinisikan kesehatan mental dengan beberapa pengertian:
1. Terhindarnya orang dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala gejala penyakit jiwa (psychose).
2. Kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan dimana ia hidup.
3. Pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada kebahagiaan diri dan orang lain; serta terhindar dari gangguan-gangguan dan penyakit jiwa.
4. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh sungguh antara fungsi fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem biasa yang terjadi, dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya.
Sementara Menurut Dr. Jalaluddin dalam bukunya “Psikologi Agama” bahwa: “Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan)”.
Sesuai dengan pengertian Islam ditinjau dari segi bahasanya dan asal katanya, Islam memiliki beberapa pengertian, diantaranya adalah:
1. )ال َّسْلم( ’Berasal dari ‘salm yang berarti damai.(QS. 8:61)
2. )أَ ْسلَ َمَ( ’Berasal dari kata ‘aslama berarti menyerah.(QS. 4:125)
3. Berasal dari kata istaslama– :)ا ْستَ ْسلَ َم َ- َ ُم ْستَ ْسلِ ُم ْو َنَ( mustaslimun penyerahan total kepada Allah.(QS. 37 : 26) 119
Syifa’MEDIKA, Vol. 3 (No.2), Maret 2013
4. ) َسَلِ ْيمَ( ’Berasal dari kata ‘saliim yang berarti bersih dan suci.(QS. )26:89
5. Berasal dari ‘salam’ (ََسلاَم ) yang berarti selamat dan sejahtera.(QS. )19:47
Dihubungkan dengan pengertian Islam bahwa kesehatan mental dari sisi perspektif Islam merupakan suatu kemampuan diri individu dalam mengelola terwujudnya keserasian antara fungsi-fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian dengan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitarnya secara dinamis berdasarkan Al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai pedoman hidup menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.





