SURABAYA | Radrbangsatv.com – Seorang oknum pegawai Kantor Bersama Samsat Surabaya Timur (Manyar) berinisial SHD diduga melakukan tindakan tidak etis dengan merendahkan seorang wartawan Radar Bangsa perempuan berinisial AN. Insiden ini terjadi pada Jumat, 25 Juli 2025, tepatnya pukul 11.08.35 wib di lingkungan Samsat Manyar, dan AN tidak terima atas ucapan si SHD dia akan melaporkan ke aparat terkait jika tidak ada itikad baik dari oknum
Kronologi Kejadian, Menurut keterangan AN, kejadian bermula saat ia hendak menanyakan kenapa pas hari Jumat anak media tidak di perkenan kan untuk masuk ke Samsat timur oknum SHD menjawab masih ada kunjunga lalu tiba tiba SHD mengusir AN agar pulang dan tidur aja .dia jugak bilang ini berlaku untuk seluruh Samsat di Jawa Timur .anak media tidak di perbolehkan masuk ungkap SHD dan oknum tersebut tiba tiba menanyakan “uang belanja” yang dibutuhkan korban. AN pun menjawab Rp 200.000.
Tak disangka, SHD lantas mengeluarkan uang sebesar Rp 200.000 dari kantongnya dan menyodorkan kepada AN sambil melontarkan kalimat yang dianggap merendahkan. Sekaligus menghina”Setelah ini jangan kembali lagi ke Samsat ,” ujar SHD kepada AN, sebagaimana ditirukan korban.
Sontak, perkataan tersebut menyulut emosi AN. Ia merasa sangat dilecehkan sekaligus di hina oleh SHD dan AN pun tidak terima diperlakukan demikian. Adu mulut besar pun tak terhindarkan antara AN dan SHD di lokasi kejadian.dan di saksikan polisi yang bertugas pada saat kejadian.
AN menegaskan bahwa ia akan serius menindaklanjuti kasus ini jika tidak ada etika baik atau permintaan maaf dari SHD maupun pihak Kantor Bersama Samsat Surabaya Timur (Manyar).
“Saya sangat tidak terima diperlakukan seperti itu. Ini bukan hanya masalah uang, tapi soal harga diri dan profesionalisme. Jika tidak ada itikad baik, saya akan laporkan ke Polda jatim ” tegas AN kepada awak media.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Bersama Samsat Surabaya Timur (Manyar) belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini. Redaksi akan terus memantau perkembangan kasus ini.(Ningsih)





