SEMARANG | Wali Kota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti,SS.MM yang akrab di Sapa Bu Agustin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang aktif menyuarakan keluhan terkait persoalan banjir yang terus berulang di sejumlah terowongan jalan di bawah Jalan Tol Semarang Minggu, 18 Januari 2026
Menurutnya, kepedulian, Perhatian,Persatuan dan keberanian masyarakat menyampaikan aspirasi menjadi hal penting untuk mendorong penyelesaian masalah infrastruktur yang berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas warga.
“Terima kasih atas kepedulian masyarakat yang terus menyuarakan keluhan terkait terowongan tol, terutama genangan air yang kerap tinggi dan melumpuhkan aktivitas warga. Pemerintah Kota Semarang Pasti akan selalu bersama masyarakat untuk mendorong agar segera di carikan solusi terbaik melakukan penanganan,” Tutur Walikota Semarang
Wali Kota Semarang Ucapkan Terima Kasih Dan Tegaskan Akan Bersama Masyarakat Dorong Pengelola Tol Tangani Terowongan Tol agar segera di tangani
Banjir di terowongan bawah tol hingga kini masih kerap terjadi, khususnya saat hujan berintensitas sedang hingga lebat. Beberapa terowongan yang menghubungkan Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, dengan Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari, seperti Terowongan Jalan Soekarno-Hatta, Terowongan Jalan Medoho, dan sejumlah titik lainnya, hampir selalu tergenang.
Kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melintas, bahkan tidak jarang kendaraan mogok (Motor Jadi Rusak) dan terjebak di dalam terowongan. Situasi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan serta menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat Kota Semarang.
Tokoh Masyarakat sekaligus pengacara Kondang Jawa Tengah, KRT Dr. H. Budiyono Rekso Pradoto, S.H., M.H., menyatakan siap menindaklanjuti persoalan tersebut melalui jalur hukum. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui awak media di kantornya, Kamis (15/1/2026).
“Genangan air di terowongan tol ini sudah menjadi persoalan kronis dan berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan serius. Jalur ini sama sekali tidak bisa dilewati saat banjir, padahal merupakan akses penting warga menuju pusat Kota Semarang,” Tegas Budiyono, yang akrab disapa H. Budi.
Ia menambahkan, apabila dalam waktu dekat tidak ada itikad baik dari pengelola jalan tol, pihaknya akan melayangkan klarifikasi dan somasi, hingga menempuh gugatan class action.
“Langkah hukum ini bukan untuk mencari konflik, melainkan demi melindungi keselamatan dan hak-hak masyarakat. Jika terus dibiarkan, jalur hukum adalah langkah yang sah dan konstitusional,” ujar H. Budi
Sementara itu, Wahyudi, warga Kota Semarang, menegaskan bahwa persoalan banjir di terowongan bawah tol sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengelola jalan tol.
“Setiap hujan lebat, terowongan pasti tergenang dan tidak bisa dilewati terutama kendaraan roda dua sampai mogok bahkan rusak,Ini bukan masalah baru. Harus ada evaluasi menyeluruh dan tindakan nyata dari pengelola tol,” Ucap Wahyudi
Ia menilai, meskipun sejumlah ruas jalan Kota Semarang di sekitar terowongan, seperti Jalan Medoho, telah diperlebar dan dibeton tinggi oleh pemerintah, upaya tersebut menjadi tidak optimal karena terowongan tol justru menjadi titik terendah dengan sistem drainase yang tidak memadai.
“Kalau sumber masalahnya ada di terowongan tol, maka pengelola tol harus bertanggung jawab penuh. Jangan selalu Pemkot Semarang yang diminta menyelesaikan dampaknya,” Tegas Wahyudi.
“Masyarakat mendesak pengelola jalan tol segera melakukan penanganan konkret dan berkelanjutan, seperti peninggian dan pelebaran terowongan, perbaikan sistem drainase dengan begitu tidak Perlu ada pemasangan pompa air permanen untuk Terowongan Jalan Tol sudah pasti bebas genangan air Jika sudah ditinggikan,
Tanpa langkah serius, genangan air di terowongan dikhawatirkan akan terus mengancam keselamatan pengguna jalan, menghambat mobilitas warga, serta memperburuk citra infrastruktur perkotaan di Kota Semarang.
(…..l Melaporan Dari Kota Semarang-Jawa Tengah)





